Pembukaan

SELAMAT DATANG DI BLOG INFO KHUSUS DESA SIRAU

Jumat, 18 November 2011

Berita Suka : Sarniti warga RT 23 RW 07 SIrau melahirkan dengan cara caesar

Menyusul Ibu Tuhatun Dirno warga Dusun Karanggintung RT 24 RW 07 Sirau Kecamatan Karangmoncol Purbalingga pekan lalu melahirkan dengan cara caesar kini, rabu tanggal 16 Nopember 2011 pukul 16.00 WIB Sarniti Binti Taryanto Istri dari Rohman warga Dusun Karanggintung RT 23 RW 07 Sirau Kecamatan Karangmoncol Purbalingga  melahirkan pula dengan cara yang sama di RSUD Purbalingga, kalau Tuhatun di RSIA Umu Hani Purbalingga.  Diduga usia kandungan mencapai 9 bulan lebih, sehingga dokter menganjurkan agar operasi saesar. Ditemani sanak saudara dan orang tua ia berani menghadapi operasi tersebut. Biasa salah satu adat warga Karanggintung Desa Sirau Kecamatan Karangmoncol Purbalingga bila mengantar orang ke RSU atau Puskesmas masih sangat kuat gotong royongnya, guyup rukunnya. Maka tak heran jika lokasi yang ditempati pasien dari Karanggintung Sirau menjadi ramai, padat sepanjang hari sampai pagi.
Bayi yang dilahirkan adalah berjenis kelamin Perempuan. Pasangan suami istri tersebut sangat gembira menyambut bayi itu.
Sesuai rencana Sarniti akan melanjutkan sekolah non formal ke Paket C di PKC Bina Mandiri Karangmoncol begitu anaknya sudah berumur, hal itu didukung oleh suaminya, Rohman bin Sarjono

Selasa, 15 November 2011

Berita Duka : Kebakaran Rumah Kasnanto karanggintung Desa Sirau Karangmoncol

Minggu, 21 Oktober 2011, pukul 19.00 WIB Rumah Bpk Kasnanto warga Dusun Karanggintung Desa Sirau Kecamatan Karangmoncol Purbalingga terbakar habis selama satu setengah jam, api cepat merambat dan menghanguskan semua bagian dan seisi rumah. Rumah Bpk Kasnanto warga Dusun Karanggintung termasuk jenis tidak permanen, karena terbuat dari kayu, terletak di area pesawahan pegunungan. Agak jauh dari rumah lainnya dan paling ujung timur. Sedangkan Kasnanto sedang bekerja tambang di Sumatra. Penyebab utamanya adalah kebiasaan penghuninya yang kurang disiplin dan tidak mengindahkan bahaya api. 

Awal cerita setelah maghrib istri kasnanto membuat api, biasa untuk masak dan penghangat ruangan. setelah masak api tidak dipadamkan malah ditimbuni tongkol buah jagung yang kering. Memang adat kebiasaan membuat api selain untuk memasak juga untuk menghangatkan ruangan dan mengeringkan para (pengering di atas tungku api) setelah menimbun bara dengan tongkol buah jagung tersebut, istri kasnanto ingat anaknya yang sedang mengaji yang pulang tidak berani sebab melintasi sawah dengan jalan setapak di malam hari. Setelah menjumpai anaknya yang bernama Tasim, diran dan Atun lalu menginap dirumah saudaranya yaitu Tuhremi Warga Sirau RT 21 RW 07. Memang setiap malam selama ditinggal suami bekerja di Sumatra ibunya Tasim bersama anak-anaknya tidurnya menginap di rumah saudaranya. Tidak berapa lama terlihat cahaya fajar di langit yang disebabkan oleh api yang melalap rumah tersebut.Warga setempat berduyun duyun mendekati rumah yang terbakar itu, tapi tidak banyak yang dapat dilakukan. Api sudah naik membakar setiap sudut rumah dan seisinya. Sehingga tak bersisa.
Berikut Data Statistik Kerugian :
Nama                           : KASNANTO ( KK dengan 5 jiwa penghuni)
Umur                           : 46 tahun
Alamat                        : Dusun Karanggintung RT 21 RW 07 Desa Sirau Karangmoncol
            Peristiwa                     : Kebakaran rumah
            Waktu kejadian           : Malam Senin
            Tanggal                       : 23 Oktober 2011
            Pukul                           : 19.30 s/d 20.30
            KERUGIAN sebagai berikut                         :
1.      Rumah belum permanen ukuran 5m X 10m habis tidak tersisa
2.      Uang                    Rp  325.000,-
3.      Lemari kayu beserta isi habis
4.      Semua sandang /pakaian habis
5.      Kambing 3 (tiga) ekor hangus
                  Gabah 5 kantong, jagung 5 kantong dan seisi rumah HABIS tak tersisa

























Hal ini diketahui Ratno Miarjo Kaur Umum salah satu perangkat desa setempat dan segera dilaporkan kepada Kepala Desa Sirau Kecamatan Karangmoncol Kabupaten Purbalingga. Kepala Desa segera menanggapi dengan mengutus sdr Hadi Siswoyo,S.Pd.SD tokoh Pendidikan di Sirau Karangmoncol Kabupaten Purbalingga, untuk membuatkan surat laporan kebakaran kepada Camat Karangmoncol Kabupaten Purbalingga. Malam itu juga surat selesai dibuat dan segera ditanda tangani Bapak Wikhrad Selaku Kepala Desa Sirau Kecamatan Karangmoncol Kabupaten Purbalingga. Esok paginya surat telah dikirim kepada Camat Karangmoncol oleh Kades Sendiri.
Dipagi harinya terlihat warga berduyun-duyun melihat puing-puing hangusnya rumah Kasnanto itu. Juga terlihat pemuda-pemudi bergerak berusaha meminta bantuan sekedarnya untuk membantu meringankan beban dengan memberi sedikit pangan, sandang pantas pakai, perabot pecah belah dan sedikit uang, untuk disampaikan pada bapak Kasnanto yang telah dikabari dan pulang di hari berikutnya.

Sabtu, 12 November 2011

Berita Suka Pernikahan Tumini Binti Miarno Sirau RT 23 RW 07 Sirau

Hari ini Minggu, 13 Nopember 2011 Pernikahan Tumini Binti Miarno di Sirau RT 23 RW 07 Sirau dengan Kusmin Bin Sartoni juga Sirau RT 22 RW 07 Sirau. Pernikahan berlangsung 3 hari, hikmah pernikahan dengan acara pengajian di pihak perempuan dengan da'i dari pemalang. 

Sabtu, 05 November 2011

Berita Suka : Pernikahan Munjiati Binti Sujono

Hari Kamis, 3 Nopember 2011 Munjiati Binti Sujono Warga Dusun Karanggintung Desa Sirau Karangmoncol Kab.Purbalingga melangsungkan pernikahannya dengan Rois Bin Suprapto. Acara resepsi berlangsung dari hari Rabu tanggal 2 Nopember s/d 9 Nopember 2011.

Idul Qurban 2011 M / 1432 H

Hari ini, Minggu/Ahad 6 Nopember 2011/ 10 Dulhijah 1432 Hijriyah adalah Hari Raya Idul Adha.Warga Dusun Karanggintung Sirau Karangmoncol Purbalingga pagi hari berbondong-bondong ke Masjid Jami' Baitul Muslim dan Masjid Jami' Baitul Ikhsan Dusun Karanggintung Sirau Karangmoncol Purbalingga untuk melaksanakan solat ied berjamah.

Berita kematian warga Karanggintung Sirau Karangmoncol Purbalingga

Hari Senin, 3 Oktober 2011 Sutoyo alias Rastoyo alias Kaki Tunut Warga Dusun Karanggintung Sirau Karangmoncol Purbalingga meninggal dunia akibat penyakit komplikasi. Awalnya penyakit gagal ginjal lalu liver paru2 dll. Usaha yang telah dijalani di antaranya : Pernah ke RSU Dokter Geoteng Purbalingga seminggu lebih, kemudian ke RSU Margono Sukarjo, tidak ketinggalan juga ke alternatif Kyai Raden Nasrudin di Cilongok Purwokerto dan beberapa orang pandai lainnya. 
Dia sebenarnya akan menunaikan haji tahun ini 2011 atau sepekan depan ia akan berangkat haji. Tapi Alloh menentukan lain. Beliau meninggal seorang istri, 2 anak 1 perempuan dan 1 laki-laki. Anak pertama. Anak pertama Kholifah dan kedua Sairan.
Almarhum juga mempunyai semangat besar, sebab Ia tahun ini dinyatakan lulus KPB Patra Jaya Desa Sirau Kecamatan karangmoncol Purbalingga bersama 42 temannya. Dia dengan tekun mengikuti tutorial sejak tahun pendaftaran pertama yaitu tahun 2008/2009 untuk tahun pelajaran setara kelas VII sampai tahun pelajaran 2010/2011 pada tingkat setara kelas IX hingga lancar mengikuti ujian UNPP Paket B Bulan Juli 2011 lalu.
Jenazah dikuburkan di sebelah timur rumah sesuai amanat permintaan almarhum.

Info Warga : Tuhatun melahirkan dengan cara operasi caesar

Hari kemarin, Jum'at tanggal 4 Nopember 2011 Tuhatun Binti Puryono melahirkan dengan cara operasi caesar di Rumah Sakit bersalin Umu Hani Purbalingga. Istri dari Dirno adalah warga Dukuh Buyut Darim grumbul igir jomlang Dusun Karanggintung Desa Sirau Kec. Karangmoncol Kab.Purbalingga. telah hamil selama 10 bulan sehingga berusaha ke Rumah Bersalin. Tuhatun sudah tidak lagi mempunyai ibu akibat suatu penyakit dan berakhir dengan meninggalnya ibunya belum lama. Sedangkan ayahnya telah beristri lagi dengan orang Desa Tundagan, dan menetap di sana.
Operasi berjalan lancar, jabang bayi dapat diambil dengan selamat. Biaya diperkirakan mencapai 7juta rupiah. Uang sebesar itu dia tidak mampu, ada solusi atau bantuan....